Subscribe via Email

Senin, 04 Maret 2013

Sholat Jamaah Dengan Imam Di TV

Pertanyaan:
  1. Bagaimana hukumnya salatnya salat Jum’at dengn cara melihat imam di TV sedang imam yang asli bermakmum di atas (masjid bertingkat) dan makmum yang berada di bawah dengan melihat imam yang berada/ yang kelihatan di dalam televisi tersebut.
  2. Sahkah salat jum’at tersebut bagaimana hukumnya?

Jawaban:
Shalat Jum’at tersebut sah! Jika imam dan makmum tersebut berada dalam satu masjid, maka hukumnya boleh!

Dasar pengambilan hukum:

  1. Kitab Nihayatuz Zain halaman 121:
    وَ الثَاِ‎‎‎ لثُ (عِلمٌ بِنتِقَا لاَتِ اِمَامٍ) بِرُؤ يةِ صَفِّ اَو بَعضِهِ اَو سِمَا عِ صَو تِهِ ……………
    Dan yang ketiga dari syarat-syarat makmum adalah mengetahui perpindahan-perpindahan imam (dari satu rukun ke rukun lain) dengan melihat imam tersebut atau melihat shaf di mukanya atau melihat sebagian dari shaf atau mendengar suara imam.


  2. Kitab Nihayatuz Zain halaman 122
    (فَاءِن كَانَ فِي مَسجِدٍ ) فَالمَدَارُ عَلَى العِلمِ بِا لاِْ نْتِقَالاَتِ بِطَرِيْقٍٍ مِنَ الطُرُقِ الْمُتَقَدَّ مَةِ وَحِنَئِدٍ (صّحَّ الاِقْتِدَأُ )…وَلَوْ كَانَ اَ حَدُهُمَا بِعُلُوِّ كَسَطْحِ المَسْجِدِ اَوْ مَنَا رَتِهِ وَالاَ خَرُ بِسُفْلٍ كَسَرَادِبِهِ اَوْبِئْرٍ فِيْهِ لاَيَضُرُّ.

    Maka jika keduanya (imam dan makmum) berada di sebuah masjid, maka yang menjadi pokok pembahasan atas pengetahuan dengan perpindahan-perpindahan adalah dengan salah satu cara dari cara-cara yang telah disebutkan. Dan pada saat itu, maka sah mengikuti imam… Dan andaikata salah seorang diantara keduanya (makmum dan imam) berada di atas seperti loteng masjid atau menaranya, sedang yang lain berada di bawah seperti bangunan bawah tanah tersebut, maka hal itu tidak merusak keabsahan bermakmum. Wallohu a'lam.

Share on :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Mohon Saran dan Kritiknya Jika Ada Yang Salah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Info Kita